Pages

Selasa, 04 Oktober 2011

Jangan Takut Gagal

Bagaimana anda menjalani hidup saat ini ?
Apa hidup anda tenang – tenang saja atau anda saat ini sedang tidak senang dan tidak bahagia.


Setiap dari kita pasti tidak ingin mengalami sesuatu yang disebut KEGAGALAN.
Namun, taukah anda ketakutan akan kegagalan itu sebenarnya telah menghambat kita dalam mencoba sesuatu yang baru.
Coba anda pikirkan. Ketakutan apa yang membuat anda tidak berani mencoba ?
Pasti jawabannya adalah saya takut gagal.

Apa anda takut gagal ? Coba anda bayangkan jika ketakutan ini anda hilangkan, pasti anda tidak akan takut dalam mencoba sesuatu yang baru.
Dalam menjalani hidup, orang harus berani mencoba, sebab kalau tidak di coba kita tidak akan tau hasilnya.
Ketika anda tidak mau mencoba hanya karena takut gagal, sebenarnya perasaan takut itu adalah sebuah kegagalan yang sudah pasti anda alami.
Ingat baik – baik perkataan ini.”Lebih baik mencoba lalu gagal, dari pada gagal mencoba”.

Saya pernah mendengar sebuah perkataan dari seorang motivator terbaik dunia, Ia mengatakan kegagalan terjadi adalah supaya kita dapat belajar dan kembali memulai untuk mencoba dengan sesuatu yang lebih cerdik.
Sebenarnya, tidak masalah jika anda merasa takut, tetapi jangan buat ketakutan itu menjadi sesuatu yang menghalangi anda untuk mencoba.

Kegagalan sebenarnya yang membuat anda gagal selamanya adalah kegagalan untuk mulai mencoba sesuatu yang lebih baik.
Bila anda berusaha keras, namun tetap saja gagal, sebenarnya kegagalan itu telah membuat sebuah pelajaran bagi anda, agar supaya pada lain waktu anda akan mencoba kembali dengan cara yang lebih baik.



Kegagalan adalah pelajaran awal untuk meraih kesuksesan.

Jumat, 30 September 2011

Alangkah indahnya membiasakan diri berbuat nyata.

Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.

Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :

Saya kelaparan …
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya


Saya tergusur …
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya

Saya ingin bekerja ….
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya

Saya sakit …
dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri
Saya telanjang, tidak punya pakaian …
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.


Saya kesepian …
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan …


Setelah membaca puisi itu …
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : “kasihan wanita itu” … lalu sibuk berdoa kembali,dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.

Sahabat, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis.
Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan.
Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.

Orang-orang bijak mengatakan :

Satu perbuatan nyata, sekecil apa pun, jauh lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata akan mengundang beberapa perbuatan nyata lainnya.

Marilah setiap hari kita (kami dan Anda) membiasakan dengan minimal SATU perbuatan nyata (tentu saja perbuatan baik untuk membantu orang lain).
Ini akan MENGUNDANG perbuatan-perbuatan baik lainnya.

Alangkah indahnya membiasakan diri berbuat nyata (berbuat baik).



Sumber : http://topmotivasi.com/alangkah-indahnya-membiasakan-diri-berbuat-nyata.html

Senin, 19 September 2011

Kesempatan Besar Datang Jika Kau PERCAYA.


Ada dua orang anak kecil yang berpikir mengenai masa depan mereka.
Anak yang pertama berkata.”Aku ingin menjadi orang hebat dan luar biasa dan aku ingin mengantungkan cita – citaku setinggi langit di angkasa, dan aku ingin menjadi orang yang berguna bagi dunia ini dan menjadi orang yang sangat sukses, dan aku ingin semua cita – cita ku akan terwujud di kemudian hari.”

Dan anak ini pun tumbuh menjadi anak yang luar biasa dan makin dikagumi oleh banyak orang.

Anak kedua berkata seolah – olah dia tidak mampu, ia mengatakan.”Aku takut, bagaimana jika ketika aku menjalani hidup ini aku justru gagal, bagaimana jika aku tidak bias, sebab aku telah mendengar banyak orang yang telah berjuang, namun tetap gagal, bagaimana jika aku telah mengeluarkan banyak hal hanya untuk belajar, namun hasilnya saya justru tidak berhasi.
Tidak aku tidak usah belajar dan berusaha untuk hidup ini, lebih baik aku menunggu saja sampai masa depan ku dating.

Anak itu pun menunggu tanpa berbuat apa pun untuk hidupnya, ia tidak berusaha untuk belajar, dan tidak percaya pada masa depan yang akan diraihnya.

Suatu saat orang tua dari kedua anak ini meninggal dunia.
Anak yang pertama menghadapinya dengan tabah dan yakin pada hari esok yang akan ia hadapi, meskipun kedua orang tuanya telah tiada ia mampu mandiri untuk menjalani hidup. Karena sejak kecil ia telah percaya pada dirinya dan telah mempersiapkan masa depannya.

Namun anak yang kedua menjadi kebingungan dan ketakutan, ia berpikir, apa yang akan terjadi ketika orang tua saya telah tidak ada, sebab sejak kecil aku tidak berpikir mengenai masa depan ku, dan aku tidak tau apa – apa. Apa yang harus aku lakukan ?.
Dan akhirnya anak yang kedua ini hidup dengan penuh penderitaan.



***
Renungan.

Bagaimana dengan kisah di atas ?
Pasti anda berpikir kalau kisah yang saya tulis diatas, dapat terjadi pada seorang anak yang tidak tau pada apa yang akan dilakukannya pada masa depan.
Jika seorang anak yang mandiri, pasti ia akan mampu menjalani hidup, ketika ia di tinggalkan orang tuanya.

Namun, pesan sesungguhnya yang ingin saya katakan bukan mengenai masalah kemandirian.
Saya akan lebih menjelaskan bagaimana kesempatan yang akan datang dan masa depan yang akan datang hanya akan berhasil jika kita percaya pada diri kita.

Jika anda mengamati kisah di atas, dan anda melihat, kenapa anak yang pertama dapat sukses menjalani hidup. Itu karena anak pertama ini percaya pada masa depannya dan yakin pada kehidupan yang lebih baik dan ia memiliki impian yang besar dalam hidupnya.
Karena sejak kecil anak yang pertama ini, telah berpikir positif dan berjalan pada jalan yang benar.

Namun jika melihat pada anak yang kedua, ia gagal menjalani hidup dikarenakan sejak kecil ia tidak memiliki impian apa pun untuk masa depan nya dan sejak kecil ia hidup dengan kepesimisan, dan kebimbangan – kebimbangan yang ia ciptakan sendiri, dan akhirnya masa depannya berantakan, karena ia telah memilih untuk hidup seperti itu sejak ia masih kecil.


Hidup adalah pilihan.
Jika anda memilih untuk tidak percaya pada kesuksesan anda, maka, kegagalan hidup yang pasti anda dapatkan.
Namun jika anda yakin pada diri anda, pasti masa depan anda akan dipenuhi dengan kesuksesan – kesuksesan.

Kita kerap terbuai dengan alasan – alasan untuk tidak mau melangkah, tidak mau menatap hidup, dan takut pada hal yang seharusnya tidak perlu untuk di takutkan.


Karena hidup adalah pilihan, hadapilah hidup ini dengan penuh keberanian dan hapus kata tidak bisa dari kamus diri anda.
      Ingat, langkah anda saat ini sangat menentukan langkah anda selanjutnya.

Pemenang Dalam Diri


Sore hari di tengah telaga, ada dua orang yang sedang memancing. Mereka adalah ayah dan anak yang sedang menghabiskan waktu mereka disana. Dengan perahu kecil, mereka sibuk mengatur pancing dan umpan.  Air telaga bergoyang perlahan dan membentuk riak-riak kecil di air. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap-sayap angsa yang sedang berjalan beriringan. Suasana begitu tenang, hingga terdengar sebuah percakapan.

“Ayah.”

“Hmm..ya..” Sang ayah menjawab pelan. Matanya tetap tertuju pada ujung kailnya yang terjulur.  “Tadi malam ini,aku bermimpi aneh.  Dalam mimpiku, ada dua ekor singa yang sedang berkelahi. Gigi-gigi mereka, terlihat runcing dan tajam. Keduanya sibuk  mencakar dan menggeram, saling ingin menerkam. Mereka tampak ingin saling menjatuhkan.” ucap sang anak.

Anak muda ini terdiam sesaat. Lalu, mulai melanjutkan cerita, “singa yang pertama, terlihat baik dan tenang. Geraknya perlahan namun pasti. Badannya pun kokoh dan bulunya teratur. Walaupun suaranya keras, tapi terdengar menenangkan buatku.”

Ayah mulai menolehkan kepala, dan meletakkan pancingnya di pinggir haluan.”Tapi, singa yang satu lagi tampak menakutkan buatku. Geraknya tak beraturan, sibuk menerjang kesana-kemari. Punggungnya pun kotor, dan bulu yang koyak. Suaranya parau dan menyakitkan.”
“Aku bingung, maksud dari mimpi ini apa?. Lalu, singa yang mana yang akan memenangkan pertarungan itu, karena sepertinya mereka sama-sama kuat?”

Melihat anaknya yang baru beranjak dewasa itu bingung, sang Ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggung pemuda di depannya. Sambil tersenyum, ayah berkata, “pemenangnya adalah, yang paling sering kamu beri makan.”

Ayah kembali tersenyum, dan mengambil pancingnya. Lalu, dengan satu hentakan kuat, di lontarkannya ujung kail itu ke tengah telaga. Tercipta kembali pusaran-pusaran air yang tampak membesar. Gelombang riak itu kembali menerpa sayap-sayap angsa putih di tepian telaga.


Renungan :

Sahabat Resensi,  setiap diri kita memiliki “singa” saling bertolak belakang. Masing-masing ingin menjadi pemenang, dengan menjatuhkan salah satunya. Singa-singa itu adalah gambaran dari sifat yang kita miliki. Kebaikan dan keburukan. Dua sifat ini sama-sama memiliki peluang untuk menjadi pemenang dan kita pun dapat mengambil sikap untuk memenangkan salah satunya. Semua tergantung dengan singa mana yang sering kita beri makan.

Salah satu santapan dari singa yang buruk adalah sinetron. Sinetron memiliki naskah yang  dangkal, emosional berlebihan, pendidik yang baik dalam hal kekerasan, kelicikan, alur cerita yang dipanjang-panjangkan, yang makin hari makin tidak berkualitas. Sinetron yang baik bisa dihitung dengan jari.
Belum lagi, kita juga disuguhkan oleh tayangan gosip, yang membuka-buka aib orang lain. Juga tayangan yang mempertontonkan keburukan dan kekerasan.

Ingat, keburukan yang koar-koarkan akan menghasilkan keburukan yang serupa.
Sahabat,
“Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”
Al Qur’an Surat An-Nas.
Setiap dari kita merindukan tayangan yang berkualitas, yang menengok pribadi-pribadi yang tangguh dalam berjuang tuk mencapai prestasi. Tayangan yang santun, tayangan yang mengajak untuk  lebih dekat dengan Tuhannya.
Apa yang kita baca dan apa yang kita lihat, adalah makanan bagi pikiran kita. Apa yang terpikirkan, itulah yang akan tersikap.


Sumber : http://www.resensi.net/pemenang-dalam-diri/2011/06/

Minggu, 18 September 2011

Prestasi dan Mimpi

Tidak mau terjebak dalam kesalahan hidup. Tidak boleh meraih tujuan secara singkat, instant besar layaknya seperti aksi pesulap


Ternyata menjadi sukses itu tak sesulit yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Sukses adalah sesuatu yang disikapi dengan perasaan positif, walaupun kenyataan yang ada teramat pahit sekalipun. Tentu tak seorang pun yang tak bermimpi untuk menjadi sukses, seperti kata orang bijak mimpi adalah awal untuk melangkah kepada kenyataan. Jika telah bermimpi untuk sukses, maka langkah selanjutnya adalah mau dan berani untuk memulai dan memilih usaha-usaha menuju sukses.
Sukses bisa dikatakan juga sebagai kepuasan batin, keberhasilan fisik secara finansial, spiritual dan juga intelektual. Nah, dengan usaha-usaha yang gigih tentunya maka dapat membuahkan hasil. Usaha-usaha itu harus dilakukan sejak dini, dan memulainya juga dengan detik ini.
Ketika saya masih kecil, saya hanya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah hanyalah pegawai biasa dan ibu seorang guru. Selama masa sekolah, saya rajin ke sekolah dan juga membantu ibu berjualan di pasar sore harinya. Gaji ayah dan ibu yang pas-pasan harus ditopang dengan penghasilan lain, yaitu dari berjualan ini untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keluarga kami terdiri dari sebelas orang, dua orang tua (ayah dan ibu), dan sembilan orang anak yang kesemuanya butuh biaya untuk bersekolah. Bila dibandingkan dengan kebutuhan hidup dan gaji, maka akan pincang juga. Gaji tidaklah seberapa dibandingkan biaya kebutuhan hidup yang terus melambung tinggi. Saya telah melakukan usaha-usaha menuju sukses di kemudian hari, yaitu dengan bersekolah dan membantu ibu. Kala itu yang ada di dalam pikiran hanyalah untuk melihat ibu bahagia, tak lebih.
Dalam keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan, saudara saya menderita sakit. Ayah dan ibu tak punya cukup uang untuk membawanya berobat ke rumah sakit. Hingga pada akhirnya ia pun meninggal. Keadaan seperti ini juga terjadi dua kali dalam keluarga kami, dua tahun setelahnya saudara saya yang lain juga tak bisa tertolong lagi dengan penyakit yang sama, sakit paru-paru. Kini, kami hanya tinggal tujuh bersaudara. Sedapat mungkin, ayah dan ibu berusaha untuk tetap membiayai sekolah kami. Bukankah kalau kita menginginkan sesuatu, maka niat dan motivasi harus dikuatkan untuk mewujudkan semuanya. Inilah yang dilakukan oleh orang tua saya.
Usaha-usaha, niat dan motivasi yang tinggi. Terus-menerus belajar walaupun terkadang gagal. Bertahan menghadapi apapun, membiasakan diri dan bermental baja. Mengisi pikiran dengan mimpi, prestasi, harapan dan cita-cita. Tak boleh sekalipun mengisi pikiran dengan kemelaratan kehidupan dan kemalasan untuk berbuat dan bertindak. Inilah yang saya lakukan untuk menjadi berhasil dari hari ke hari.
Cita-cita dan impian saya sewaktu kecil sangat sederhana, hanya ingin menjadi seperti ibu. Oleh karena itulah, usaha-usaha yang saya lakukan adalah searah dengan ibu. Ibu adalah seorang guru di sebuah sekolah dasar negeri. Dulu ibu hanya tamat dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang dahulu adalah hanya sederajat SMA saja, tetapi saat ini untuk menjadi guru harus berasal dari perguruan tinggi dengan gelar Sarjana. Bagaimanakah hendak kuliah? Sedangkan untuk makan saja pun susah.
Dahulu saat masih sekolah, pergi dan pulang selalu berjalan kaki seberapa pun jauhnya. Ayah dan ibu tak pernah punya uang sekedar untuk memberikan ongkos naik angkot. Saat sekolah pun sering di hukum karena tak memiliki buku pegangan juga tak melunasi uang BP-3. Dan belum lagi setiap jam istirahat, kesibukan saya hanya membenamkan diri pada buku-buku di perpustakaan sekolah, baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama juga sekolah menengah atas. Membaca sebenarnya tidak terlalu menyenangkan di bandingkan menikmati sebatang es ganipo, tetapi itu saya lakukan hanya untuk menghindari teman yang akan mengajak untuk jajan di kantin karena memang tidak ada uang untuk membelinya. Bagaimanakah mau kuliah? Sedangkan saat SMA selalu tersendat-sendat setiap saat.
Harapan optimisme, dan memiliki visi inilah langkah awal kekuatan di dalam diri. Bukankah dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Tentu Tuhan tak akan pernah memberikan sesuatu, jika seseorang malas untuk mencapainya. Inilah kebenaran abadi yang telah terbukti secara hakiki. Harapan optimisme yang membantu saya mencapai tujuan untuk kuliah setelah menamatkan SMA, tak memilih keinginan seperti kebanyakan teman-teman SMA saya yang ingin menikah saja dengan pacarnya. Saya harus menaikkan harkat, derajat dan martabat keluarga, inilah jalannya yaitu dari jalur pendidikan.
Orang tua saya pun menyetujui pilihan untuk berkuliah saja. Perkuliahan dijalankan dengan segala kendala yang cukup berarti, yaitu biaya. Jangan terjebak dalam kesalahan hidup yang ingin meraih tujuan secara instan dan cepat dengan menghasilkan banyak uang, namun hal inilah yang dipilih kebanyakan teman kuliah saya, menjadi “ayam kampus.” Tidak, sesekali tidak. Biarlah makan nasi dengan lauk garam dan kecap, daripada di cap yang bukan-bukan karena terdesak oleh keadaan. Biarlah baju yang melekat di badan dibeli dari pasar loak, asalkan bagian badan tak ada yang soak. Sesuatu kesuksesan dan menjadi besar, tidak akan pernah tercipta kecuali dimulai dengan sesuatu yang kecil pertama kali. Keberhasilan pada umumnya diwujudkan bukan oleh perubahan-perubahan takdir secara tiba-tiba tetapi bertahap dengan langkah-langkah sederhana namun dilakukan secara terus-menerus untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Tetap bersabar dengan segala apa yang ada, namun bukan berarti menerima nasib begitu saja. Hidup adalah perjuangan, tanpa perjuangan yang ada hanyalah kematian.
Usaha-usaha untuk merealisasikan kesuksesan yang telah dirumuskan tentu membutuhkan perjuangan. Dan perjuangan itu tidaklah selalu mulus dan mudah, sering terjal mematikan. Bila sudah mencium hambatan yang nyaris membuat langkah berhenti, maka ingatlah tentang sebuah inspirasi yang mencerahkan. Inilah yang kerap terjadi pada diri saya. Bila transkrip nilai memburuk karena banyak membentuk ikatan carbon  (nilai C), maka sosok ibu itulah yang selalu menjadi suatu kekuatan tersendiri. Cita-cita menjadi guru, sama seperti ibu agaknya tak akan mungkin terjadi tetapi kemudian berubah menjadi mungkin terjadi. Dengan susah payah selama lebih kurang lima tahun menempuh pendidikan, akhirnya gelar S. Pd itu berhasil juga tercatat di belakang nama.
Cita-cita yang besar tentu juga beresiko mencapai tantangan yang besar, maka dengan segenap kemampuan taklukkanlah tantangan demi tantangan tersebut untuk mencapai tujuan. Alam pun telah menyediakan ruang bagi orang-orang yang tindakannya meraih pada suatu tujuan, atau dengan kata lain pada orang-orang yang memiliki tujuan. Itulah yang terjadi pada diri saya. Hanya empat bulan setelah wisuda, sebuah yayasan perguruan swasta memberikan impian itu. Saya diterima menjadi guru tentunya. Cita-cita hanyalah berupa cita-cita saja tanpa disertai rencana dan target yang maksimum, mimpi hanyalah menjadi mimpi seperti bunga tidur saja tanpa usaha untuk mencapainya. Maka impian, dan cita-cita itulah yang menentukan tujuan hidup. Ketika bermimpi dan memiliki cita-cita, maka saat itulah sebuah suratan takdir telah ditulis, dan nasib siap di cetak.
Saat ini saya sudah tahu, bahwa kebanyakan teman saya tak bisa merealisasikan tujuannya untuk menamatkan kuliahnya hanya karena tidak fokus ataupun tidak berkonsentrasi pada satu tujuan. Hanya sibuk mencari kesana kemari, tetapi idak merumuskan untuk menguasai hal yang diinginkannya. Memang saya sadar sepenuhnya, tujuan bukan klimaks dari seluruh cita-cita. Saat ini memang saya telah berhasil mencapai cita-cita saya untuk menjadi guru, tetapi tujuan harus terus diarahkan untuk bergerak maju dan membuat tujuan hidup sebanyak mungkin juga harus selalu menambahnya setiap saat. Menjadi guru telah membantu saya mewujudkan separuh cita-cita, tetapi tujuan belumlah sampai. Harus mengangkat harkat, derajat dan martabat keluarga. Harus bisa membahagiakan orang tua, itulah tujuan yang hakiki pada diri saya.
Saya memang telah bisa menikmati nasi dengan lauk, bahkan membelikan keluarga sekedar wisata kuliner seperti menikmati menu ayam penyet atau juga pecel lele yang berasal dari pulau Jawa. Saya juga telah bisa membeli baju dari sebuah mall, tak lagi dari pasar loak seperti dahulu. Namun cita-cita yang lebih tinggi dan tujuan hidup untuk menuju ke arah yang lebih baik lagi tidak boleh lantas terkubur oleh kejadian sekarang yang sedang terjadi.
Nasib telah berubah dengan merubah diri. Dalam berbagai hal yang paling baik adalah harus melakukan sesuatu, sebab bila tak melakukan sesuatu adalah hal yang paling buruk. Saya mencoba menjadi pemimpi lagi setelah ini, yaitu menjadi kepala sekolah. Inilah sebuah ide yang muncul dan akan saya masukkan dalam pikiran. Menjadi kepala sekolah adalah kebutuhan utama bagi kemajuan di depan dan semangat yang harus selalu dihidupkan agar pikiran tidak menjadi kerdil. Yup, cara terbaik untuk berprestasi di masa depan adalah menemukannya sekarang juga. Walaupun susah, tetapi jangan pernah melupakan harapan, keyakinan, kepercayaan dan kemenangan. Ada optimisme dalam diri, inilah prestasi.
Sekali lagi, jangan terjebak dalam kesalahan hidup. Tidak boleh meraih tujuan secara singkat, instant dan secara langsung menjadi besar layaknya seperti aksi pesulap yang dapat mentransformasikan bentuk khayalan menjadi kenyataan di depan mata.
Bukankah sesuatu yang besar itu tidak akan pernah tercipta jika tak dimulai dengan sesuatu yamg kecil terlebih dahulu. Tidak ada sukses yang mendadak, semuanya dimulai dengan langkah-langkah kecil tetapi dilakukan secara terus-menerus menapaki langkah teratas. Apa yang dipikirkan hari ini tentu akan mencetak nasib di kemudian hari. Bukankah begitu?


Sumber : http://topmotivasi.com/prestasi-dan-mimpi.html

Ingin Sukses Berbisnis? Jauhi Sifat-Sifat Ini

Menjadi seorang pengusaha bukan hal yang mudah. Selain skill, anda perlu memiliki mental yang kuat sehingga usaha anda mampu terus bertahan dan berkembang.
Berdasarkan studi, hampir kebanyakan usaha runtuh dalam kurun waktu lima tahun pertama.Ketidakmampuan bisnis-bisnis itu bertahan dalam lima tahun pertama antara lain disebabkan karakteristik-karakteristik mental para pemiliknya, yang perlu anda pahami dengan baik dan jauhkan dari diri anda.



Tidak Sabar dan Meledak-ledak

Pengusaha yang memiiki sifat tidak sabaran dan meledak-ledak akan bertindak sembrono. Orang-orang seperti ini adalah contoh orang yang tidak memiliki ketenangan dalam tingkat yang membahayakan usaha. Mereka tidak memiliki kewaspadaan dan mengambil keputusan hanya berdasarkan reaksi sesaat. Ketika menemui masalah, orang yang memiliki sifat ini tidak berupaya melakukan penyesuaian-penyesuaian, tetapi mengambil jalan pintas untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Padahal, untuk bisnis yang masih dalam tahap inkubasi, diperlukan langkah-langkah yang hati-hati, pelan tapi pasti.

Terlalu Percaya Diri

Pengusaha yang terlalu percaya diri tidak mampu melihat kemampuan dirinya secara nyata dalam menggerakkan dan menjaga kesinambungan perkembangan bisnisnya. Mereka juga tidak memiliki kewaspadaan dan mengabaikan peringatan-peringatan karena merasa terlalu percaya bahwa tidak ada satupun masalah yang dapat mengganggu usahanya. Pengusaha seperti ini juga terlalu berlebihan menilai kekuatan rencana bisnisnya, kemampuannya untuk mendapatkan dana, dan berlebihan memperkirakan permintaan atas produk atau jasanya.

Masa Bodoh

Beberapa pengusaha tidak memiliki patokan yang jelas dari mana mereka harus memulai usahanya. Hasilnya, mereka tidak terbiasa dengan pasar tidak berpengalaman menjalankan sebuah bisnis dan masa bodoh mengenai kebutuhan-kebutuhan kewirausahaan seperti kondisi keuangan, ketahanan fisik dan sikap emosionalnya. Anda tidak boleh masa bodoh, mau tidak mau anda harus benar-benar mempelajari setiap aspeknya sekecil apapun. Tahukah anda, kegagalan mengetahui secara pasti setiap aspek dari usaha bisnis, atau kegagalan menimbang investasi pribadi yang dibutuhkan adalah kesalahan yang kelak harus anda bayar mahal.

Mental Tempe

Pengusaha yang memiliki “mental tempe” mudah menyerah ketika menghadapi tantangan atau kemunduran. Mereka tidak memiliki ketangguhan untuk terus berjalan dalam keadaan sulit sekalipun. Inilah yang membedakan antara pengusaha sukses dan pengusaha gagal. Dalam sejarah, hampir setiap pengusaha yang sukses melewati masa-masa sulit sebelumnya. Mereka yang tetap berada dalam bahtera dan melanjutkan mimpi-mimpinya adalah mereka yang berhasil.


Sumber : http://www.resensi.net/ingin-sukses-berbisnis-jauhi-sifat-sifat-ini/2011/07/

Sabtu, 17 September 2011

DAFTAR ARTIKEL

Ketika Kata Motivasi Hanya Terdengar Indah

Anda mungkin sering misalnya mengintip (membaca) status facebook teman yang isinya merupakan kata motivasi. Mungkin juga teman tersebut mengutip ungkapan-ungkapan dari motivator terkenal misalnya. Usually kata motivasi memang indah juga untuk didengar. Namun demikian jika kata motivasi tersebut hanya tedengar indah saja, dan tidak mampu lagi mendorong kita untuk take action atas isinya, maka ia seperti obat yang tak manjur lagi!, hehe..
Seharusnya setiap kata motivasi yang kita dengar, selain hanya indah, juga mempunyai daya dorong yang kuat, sehingga kita benar-benar tidak hanya mendengarnya, melainkan meresap ke dalam jantung!, eh hati!.. lalu berubah menjadi energy untuk menggerakkan anggota tubuh kita untuk Take Action!.
Yuk temen-teman, kita pekakan diri kita agar setiap kata motivasi mempunyai efek positif yang lebih dalam, sehingga kita menjadi lebih giat bekerja, dan lebih berhasil serta pandai bersyukur. Amiiinnn

STOP Berpikir Negatif Ayo Berpikir Positif

Sedikit artikel motivasi setelah membaca blog seorang pebisnis online Indonesia. Kata pak Joko tentang Berpikir Negatif seperti ini: Positif dan negatif merupakan kedua hal yang selalu akan berdampingan sampai kapanpun. Namun bila kita selalu hanya terjebak dalam kubangan pikiran negatif tak akan pernah ada waktu untuk melihat sebuah persoalan dengan jernih. Misalkan saja kita berkata “ah ini kan sulit”, “mana mungkin saya bisa,” dan segala macam pernyataan sejenis yang hanya melihat aspek negatif suatu hal.
Siapa sih pak Joko Susilo? Itu loh yang punya rahasaia blogging!. Yang ngadain kontes Stop Dreaming Start Action.
Ini lanjutanya lagi: Segera alihkan perhatian anda pada hal yang positif. Pada peluang baik dan kesempatan positif dari setiap hal atau peristiwa yang terjadi. Bisa sebagai sebuah kesempatan untuk belajar, untuk menjadi insan yang lebih baik, untuk mendapatkan penghasilan tambahan, untuk membangun jaringan yang lebih luas, untuk meraih cita-cita anda, atau apapun itu.
Yes, saya sendiri sudah sangat menyadari akan efek berpikir negatif ini, jadi sekarang saya sedang mencoba sangat keras meningkatkan motivasi saya untuk selalu berpikir positif. Yuk sekarang kita STOP Berpikir Negatif Ayo Mikir Positif. Demikianlah motivasi singkat untuk hari ini.


Sumber : http://artikelmotivasi.net

Keajaiban

Keajaiban adalah sesuatu yang harus anda percaya, tetapi anda tidak harus bergantung kepada keajaiban itu.

Dalam kita menjalani hidup, kita pasti ingin agar hidup ini akan lebih baik dari yang telah ada.
banyak orang di dunia ini berdoa dengan harapan agar doa itu akan membawa kita pada keajaiban yang mampu mengubah nasib hidup. Cara seperti ini jika dilakukan hanya dengan percaya pada kedatangan sebuah keajaiban, sesungguhnya itu adalah sesuatu yang bodoh dan tidak berguna.
Kita tidak bisa hanya percaya, tetapi kita juga harus bertindak.
Jika anda ingin hidup anda berubah jangan hanya berdoa dan percaya akan datangnya keajaiban, tetapi anda juga harus bertindak.
Kebanyakan orang sukses adalah pekerja keras.


*  Sebab Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. *
                         ALKITAB  ( Yakobus 2 : 14 )

Pelajaran Sang Keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.


Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai, ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.


Renungan:

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" ( kesedihan dan masalah ) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita ( pikiran dan hati kita ) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Impian, Syarat Awal Menuju Kesuksesan

Kesuksesan adalah pencapaian akhir yang berhasil yang ingin dicapai  dan diraih oleh setiap orang.
Saya pernah membaca sebuah buku yang mengatakan kalau kesuksesan dapat diraih hanya jika kita mempunyai impian desertai keinginan dan keyakinan yang kuat dan besar.
Saya pernah mendengar sebuah audio motivasi yang mengatakan kalau sebenarnya ketika kita memiliki impian yang besar, otak alam bawah sadar kita akan memerintahkan kita agar berjuang untuk mengapai impian tersebut.
Jadi buatlah impian yang besar dan jangan menyerah untuk mengapai impian itu.
Namun ingat impian harus desertai dengan keyakinan yang besar dan keyakinan juga harus disertai dengan tindakan.

Dan ingat jangan menyerah untuk merai kesuksesan dan impian anda, karena orang yang sukses itu tidak akan pernah menyerah karena yang menyerah tidak akan pernah sukses.

KESENAGAN DAN KESEDIHAN

Bagaimanakah emosi anda saat ini ?
Apakah saat ini anda sedang senang ?
atau anda saat ini sedang sedih ?
Lalu apakah hidup anda selalu senang atau selalu sedih ?

Tentu tidak selamanya kita akan merasa sedih dan tidak selamanya pula kita akan merasa senang.
Sebab, pasti akan datang suatu saat kita akan mengalami masa – masa kesedihan yang akan membuat hidup ini terasa sangat sulit dijalani dan terasa penuh dengan kepahitan dan kesakitan, dan tidak selamanya keadaan ini akan terus terjadi, sebab suatu saat akan datang juga masa – masa dimana kita dipenuhi dengan orang – orang yang kita cintai yang pastinya akan membuat kesenangan dalam hidup kita.

Karena sebenarnya kedua emosi ini, kesenangan dan kesedihan akan datang bergantian dan tidak selamanya hidup kita senang dan tidak selamanya hidup kita akan sedih keduanya akan selalu bergantian.
Kedua keadaan ini akan datang pada anda secara silih berganti. Namun jika anda mampu mengendalikan emosi anda, pasti anda tidak akan merasa sulit ketika kesedihan datang, dan tidak akan kecanduan dengan kesenangan belaka.

Hidup Adalah

Hidup adalah masalah pilihan.
Memilih untuk bahagia atau untuk sengsara.
Memilih untuk dipulihkan atau untuk menyimpan kepahitan.
Memilih untuk mengampuni atau untuk mendendam.

Hidup adalah masalah pilihan.
Kebahagiaan semu bisa anda dapatkan, yang sejati tak jauh dari jangkauan.
Cinta kasih juga bisa anda miliki, namun dendam dan amarah juga bisa anda alami.
Persahabatan nan indah bukan impian, pengkhianatan dan kepahiatan mungkin anda dapati.
Hidup adalah masalah pilihan.
Mengenai bagaimana anda menjalani hidup. Mengenai bagaimana anda menghabiskan seluruh waktu.
Mengenai bagaimana anda mencapai impian. Dan bagaimana anda memandang kehidupan.

Ada orang yang menganggap kehidupan sebagai angin yang berhembus. Banyak yang datang dan yang pergi.
Tak dapat ditebak, dan tak dapat diselami.

Ada pula yang menganggap kehidupan sebagai medan peperangan. Dimana ia harus berjuang tanpa henti.
Tanpa kedamaian di hati.

Sementara yang lain menganggap kehidupan sebagai kutuk dari yang Mahakuasa. Hidup tak lagi berarti bagi
dirinya. Ratap tak pernah jauh dari mulutnya. Air mata mengalir siang dan malam, sebab hanyalah duka nestapa yang ada.

Namun...

Orang yang berbahagia menganggap kehidpan sebagai suatu emas yang mulia. Harta nan sangat berharga. Anugrah Ilahi yang tak tertandingi.
Dijalaninya hidup, dengan asa dan impian. Berjalan dalam jalan Sang pencipta. Berserah sepenuhnya. Melangkah setapak demi setapak.

Hidup adalah masalah pilihan. Yang manakah yang anda pilih ?

Tanyalah pada diri sendiri.

Dan jalanilah hidup anda.

Belajarlah Dari Kesuksesan Orang Lain

Kesuksesan adalah impian yang setiap orang tentu ingin dapat merainya. Untuk mencapai kesuksesan tersebut, pasti diperlukan suatu motivasi untuk sukses yang kuat. Motivasi sukses yang kuat bisa kita ambil dari kisah kesuksesan orang lain. Dengan kisah – kisah sukses seseorang, maka kita bisa mengambil pelajaran dan motivasi penting yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita.
Beberapa orang sukses mengatakan bahwa motivasi yang kuat adalah sumber utama kesuksesan mereka. Namun tidak mudah untuk bisa memupuk motivasi itu dalam – dalam di dalam diri kita. Diperlukan suatu “makanan” tambahan yang terus menerus dan berkesinambungan. “Makanan” tambahan itu yaitu kisah sukses dan inspiratif orang lain yang akan semakin memperkuat motivasi dan kepercayaan diri kita.
Dengan membaca dan mengambil hikmah dari kisah sukses dan inspiratif orang lain, maka kita tidak akan kesulitan dalam membangun dan menanamkan motivasi untuk sukses yang kuat dalam diri kita. Jika anda ingin selalu mempunyai motivasi yang kuat untuk sukses, tidak ada salahnya jika anda mendownload ebook kumpulan artikel motivasi ini. Ebook kumpulan artikel motivasi ini berisi kumpulan kisah inspiratif dan kisah sukses beberapa orang yang akan semakin memperkuat dan mempertebal motivasi kita untuk sukses.